23 April 2026

Peran LSM dan Ormas Disorot, Publik Pertanyakan Konsistensi Aksi “Untuk Rakyat”

Keterangan Foto: Ilustrasi aktivitas LSM dan ormas dalam ruang pengawasan sosial di masyarakat.
Keterangan Foto: Ilustrasi aktivitas LSM dan ormas dalam ruang pengawasan sosial di masyarakat.

Kawanindonesia.web.id – Peran sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat (ormas) kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mempertanyakan konsistensi aksi yang kerap mengusung narasi “untuk rakyat”, namun dinilai belum sepenuhnya menunjukkan hasil nyata di lapangan.

Sejumlah pihak menilai, ketidaksesuaian antara narasi dan implementasi di lapangan membuat kepercayaan publik terhadap sebagian organisasi sosial mulai menurun. Kondisi ini mendorong munculnya desakan agar setiap aktivitas sosial lebih transparan dan terukur.

Aktivis sosial Eko Gagak menyoroti fenomena tersebut. Ia menegaskan bahwa organisasi sosial seharusnya menjalankan fungsi pengabdian secara konsisten, bukan sekadar membangun citra di ruang publik.

“Publik mulai mempertanyakan, mana aksi nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai hanya slogan ‘untuk rakyat’ tanpa hasil konkret,” ujar Eko, Senin (20/04/2026).

Ia juga mendorong agar setiap LSM dan ormas lebih terbuka dalam menjalankan program dan kegiatannya. Menurutnya, transparansi menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Eko menambahkan bahwa masih banyak organisasi yang bekerja dengan baik dan benar-benar hadir membantu masyarakat. Namun, ia menilai keberadaan oknum tertentu dapat mencoreng citra keseluruhan.

“Masih banyak yang bekerja tulus di lapangan, tapi oknum yang menyimpang ini yang membuat publik jadi ragu,” tegasnya.

Masyarakat berharap agar setiap pihak yang membawa nama perjuangan rakyat dapat menunjukkan konsistensi antara ucapan dan tindakan. Mereka menuntut adanya kejelasan program serta dampak langsung yang bisa dirasakan.

Fenomena ini menjadi pengingat penting bahwa setiap klaim “untuk rakyat” harus dibuktikan dengan aksi nyata, bukan hanya menjadi retorika di ruang publik.(,red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *