22 April 2026

Sinergi Pelabuhan Tanjung Perak Kian Kuat, EAZI Jadi Solusi Efisiensi Layanan Kapal

Optimalisasi layanan melalui EAZI ini diharapkan menjadi katalisator positif bagi kesinambungan tren pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Optimalisasi layanan melalui EAZI ini diharapkan menjadi katalisator positif bagi kesinambungan tren pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Kawankitanews.web.id– Transformasi layanan kepelabuhanan terus dipercepat di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Kali ini, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama KSOP Utama Tanjung Perak menghadirkan inovasi layanan bertajuk Express Anchorage Zone Service (EAZI) sebagai upaya menjawab kepadatan lalu lintas kapal.17/4/2026

Program ini tidak hanya memperkenalkan optimalisasi pemanfaatan zona labuh, tetapi juga menjadi bagian dari pembaruan sistem operasional dan prosedur pelayanan jasa pemanduan serta penundaan kapal. Tujuannya jelas: meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus memangkas waktu layanan di perairan wajib pandu kelas I Tanjung Perak.

Langkah tersebut semakin relevan mengingat tingginya aktivitas bongkar muat di sejumlah terminal petikemas yang dikelola TTL, seperti TPK Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam.

Direktur Utama TTL, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama keberhasilan inovasi ini. Menurutnya, integrasi peran antar pemangku kepentingan mampu menciptakan efisiensi nyata, terutama dalam mengurangi waktu ship to ship dan port stay kapal.

“Program ini memastikan setiap proses berjalan lebih cepat tanpa mengurangi aspek keselamatan,” ujarnya.

Secara teknis, penerapan EAZI memiliki sejumlah ketentuan. Kapal yang dapat memanfaatkan layanan ini dibatasi dengan panjang maksimal 150 meter. Selain itu, waktu tunggu di zona labuh ditetapkan maksimal enam jam, sementara proses ship to ship ditargetkan selesai dalam waktu paling lama satu jam.

Tidak hanya itu, EAZI juga didukung integrasi sistem digital antara platform Inaportnet milik pemerintah dan Phinnisi. Integrasi ini memungkinkan pelaporan dilakukan secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi sekaligus akurasi data operasional.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyambut positif implementasi program ini. Ia menilai EAZI mampu menjadi pendorong efisiensi layanan sekaligus memperkuat peran pelabuhan sebagai gerbang utama distribusi logistik di Jawa Timur.

“Dengan sistem yang lebih efektif, arus barang dan kapal akan semakin lancar. Ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Dari sisi pengguna jasa, inovasi ini dinilai memberikan manfaat signifikan. Waktu transisi kapal yang sebelumnya berkisar antara 4 hingga 6 jam kini ditargetkan dapat dipangkas menjadi maksimal dua jam. Efisiensi ini diyakini akan menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing industri.

Perwakilan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), Harmin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh implementasi EAZI. Menurutnya, percepatan proses operasional kapal akan berdampak positif terhadap kelancaran distribusi barang.

Ke depan, TTL optimistis inovasi ini akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan konsep smart port di Tanjung Perak. Dengan sistem yang semakin terintegrasi dan efisien, pelabuhan tidak hanya mampu meningkatkan throughput petikemas, tetapi juga memperkuat rantai pasok nasional. (Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *