kawankitanews.web.id – Universitas Nusantara PGRI Kediri kembali menggelar Festival Kali Brantas V sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan seni dan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
Festival yang memasuki tahun kelima ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang akrab disapa Mbak Wali.,(12/07/26)
Festival Kali Brantas V yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nusantara PGRI Kediri mengusung tema “Merajut Cinta untuk Melestarikan Eksotika Keberagaman Budaya Indonesia”.
Kegiatan tersebut menghadirkan pertunjukan utama Drama Tari Calon Arang yang diperankan mahasiswa PGSD bersama sejumlah sanggar seni di Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Mbak Wali menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Universitas Nusantara PGRI Kediri yang terus menjaga konsistensi menyelenggarakan Festival Kali Brantas sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus media pembelajaran bagi mahasiswa.
“Menjaga keberlangsungan sebuah festival budaya selama lima tahun bukanlah hal yang mudah.
Universitas Nusantara PGRI Kediri berhasil membuktikan komitmennya dalam melestarikan budaya melalui kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat,” ujar Vinanda Prameswati.
Menurut Mbak Wali, perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agen pelestarian budaya.
Ia menilai konsep pembelajaran yang memadukan teori dengan praktik melalui pementasan seni mampu memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sekaligus mengenalkan budaya kepada masyarakat luas.
Ia juga mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang telah mencurahkan ide, tenaga, dan hasil kajian ilmiah dalam menyiapkan seluruh rangkaian festival.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia.
Mbak Wali menyoroti pementasan Drama Tari Calon Arang yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan budaya Kediri.
Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga memahami nilai-nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.
“Budaya tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu. Generasi muda harus mengenal, mempelajari, dan melestarikannya sebagai bagian dari identitas daerah,” katanya.
Festival Kali Brantas V tahun ini terasa semakin istimewa karena berlangsung bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, seniman, komunitas, dan masyarakat.
Sementara itu, Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri, Zainal Afandi, menjelaskan bahwa Festival Kali Brantas berawal dari gelar karya mahasiswa pada mata kuliah seni pertunjukan.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival budaya tahunan yang melibatkan seluruh mahasiswa PGSD.
Sekitar 250 mahasiswa PGSD berpartisipasi sebagai penampil, panitia, maupun pengelola kegiatan.
Selain Drama Tari Calon Arang, festival juga dimeriahkan penampilan berbagai sanggar seni, Reog Ponorogo, Barongsai, serta Komunitas Dewa Sakti Indonesia yang semakin memperkaya nuansa budaya dalam acara tersebut.
Melalui Festival Kali Brantas V, Universitas Nusantara PGRI Kediri menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mencetak generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan mencintai warisan budaya bangsa.
Pemerintah Kota Kediri berharap festival ini terus berkembang menjadi agenda budaya yang mampu memperkuat identitas Kota Kediri di tingkat nasional.(Red)

