kawankitanews.web.id– TNI dan Perhutani terus memperkuat sinergi dalam mendukung rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.
Kedua pihak menegaskan komitmen mereka untuk mempercepat berbagai tahapan persiapan agar proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan.
Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., melakukan kunjungan kerja ke Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa di Juwangi, Senin (1/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dandim bersama jajaran Perhutani membahas langkah-langkah teknis dan koordinasi yang diperlukan untuk mendukung pembangunan Yonif TP.
Administratur Perhutani KPH Telawa, Heri Nur Affandi, menyambut langsung kedatangan rombongan Kodim 0724/Boyolali.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kolaborasi guna menyukseskan program strategis nasional yang mengintegrasikan aspek pertahanan dan pembangunan wilayah.
Dalam pembahasan tersebut, kedua belah pihak menyoroti kesiapan pembangunan tahap awal, termasuk rencana penempatan pasukan pertama yang diperkirakan berjumlah sekitar 400 personel.
Mereka juga merencanakan koordinasi lanjutan bersama pihak kontraktor untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Dandim Boyolali menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP memiliki peran penting dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
Karena itu, TNI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat agar setiap tahapan dapat berjalan lancar.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Perhutani terhadap program pembangunan Yonif TP ini.
Kami akan terus mengawal prosesnya agar berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun negara,” ujar Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro.
Sementara itu, Heri Nur Affandi menyatakan bahwa Perhutani mendukung program strategis pemerintah selama pelaksanaannya tetap mengedepankan tata kelola kawasan hutan yang sesuai aturan.
Menurutnya, kerja sama antara Perhutani dan TNI menjadi wujud sinergi yang positif dalam mendukung pembangunan nasional.
Selain memperkuat pertahanan, pembangunan Yonif TP di Juwangi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran satuan baru TNI diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru, serta mendorong pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan.
Masyarakat Juwangi menyambut baik rencana pembangunan tersebut.
Mereka berharap kehadiran Yonif TP dapat membawa manfaat jangka panjang, baik dari sisi keamanan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semakin intensifnya koordinasi antara TNI dan Perhutani, pembangunan Yonif TP di Juwangi diharapkan segera memasuki tahap pelaksanaan.
Kedua pihak optimistis proyek tersebut akan menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memperkuat pertahanan nasional di wilayah Kabupaten Boyolali.(Red)

