Kritik BPIP, Jacob Ereste Desak Penguatan Pendidikan dan Pengamalan Pancasila

kawankitanews.web.id – Penulis dan pemerhati sosial Jacob Ereste mendesak Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk memperkuat pendidikan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Ia menilai upaya pembinaan ideologi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui program yang mampu memberikan dampak nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pernyataan tersebut disampaikan Jacob menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Menurutnya, momentum tersebut seharusnya menjadi kesempatan bagi seluruh elemen bangsa untuk melakukan refleksi terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Jacob menilai BPIP memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Karena itu, lembaga tersebut perlu menghadirkan program pendidikan yang lebih luas dan mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

“Pendidikan Pancasila harus diperkuat agar tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak.

Masyarakat membutuhkan contoh nyata dan panduan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jacob Ereste dalam keterangannya di Banten, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa BPIP dibentuk untuk membantu Presiden dalam mengoordinasikan pembinaan ideologi Pancasila, termasuk melalui pendidikan, pelatihan, serta pengkajian kebijakan yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar negara.

Namun, menurutnya, masyarakat masih belum merasakan secara optimal hasil dari berbagai program yang telah dijalankan selama ini.

Jacob juga menyoroti pentingnya memperkuat pengamalan Pancasila di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, seperti korupsi, ketimpangan sosial, lemahnya penegakan hukum, serta menurunnya kepercayaan publik terhadap sejumlah institusi.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan publik dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi simbol negara, tetapi benar-benar hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari.

“Pengamalan Pancasila harus terlihat dalam perilaku para pejabat, aparatur negara, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Jika nilai-nilai itu dijalankan secara konsisten, maka berbagai persoalan bangsa dapat diatasi dengan lebih baik,” tegasnya.

Jacob juga berharap BPIP dapat memperluas program literasi Pancasila melalui penerbitan buku panduan, pelatihan, diskusi publik, serta kegiatan edukatif yang menjangkau generasi muda.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap filosofi dan nilai dasar Pancasila.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa Indonesia sedang mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.

Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter Pancasila harus menjadi prioritas agar cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadaban dapat tercapai.

Jacob menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat simbolis.

Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di seluruh aspek kehidupan.(Kontributor Yacob)